Haaii... ini FF pertamaku, kayaknya ini cerita ngebosenin deh. maaf kalo ada typo :D oke, Happy Reading
Sekarang jam istirahat. seperti biasa, para lelaki sibuk
bermain basket maupun sepak bola. Tetapi kali ini Marc memilih bermain basket.
Memang di tempat Marc kuliah, kebanyakan lelakinya lebih suka bermain basket
daripada sepak bola.
“Danii... ayolah kita main basket!!” tegur Marc ke Dani yang
sedang berpacaran dengan Ines, perempuan yang sudah menaklukan hati Dani
“Aaahhh.. kau ini mengganggu saja Marc! Sudah, kau main saja
dengan yang lain. Aku gak ikut! Ayo beib, kita ke taman saja” jawab Dani sambil
menggandeng tangan pacarnya ke taman “Ayo beib” kata Ines manja
Marc tercengang melihat kelakuan dua sejoli ini.
Geli sebenarnya melihat kelakuan mereka “aahh.. si Dani tuh kalau sudah ada
pacarnya, lupa sama temen! Ayo teman2 kita main basket” gumam Marc yang
dilanjutkan bermain basket dengan yang lainnya
Saat sedang asyik asyiknya bermain... lalu... BRUUKK.. Marc
sukses mendaratkan bola basket ke kepala perempuan yang tidak dia kenal. Merasa
bersalah, Marc langsung menghampiri perempuan yang sudah pingsan itu dan
membawanya ke UKS.
***
“A.. aku dimana?” tanya perempuan itu dan mencoba duduk.
Namun apa daya, kepalanya masih pusing dan belum bisa duduk
“Kau ada di UKS. maaf, tadi kau terkena bola basket gara-gara aku. Sudah, kau
istirahat dulu” jawab Marc sambil membantu perempuan itu tidur. Namun, ada
seorang laki-laki masuk dan langsung memarahi Marc.
“Eh.. lo siapa? Beraninya nyentuh cewek gue” seru lelaki itu,
tidak terima kalau pacarnya di sentuh Marc
“Scott, kau jangan salah paham dulu. Lelaki ini yang
membawaku ke UKS” kata perempuan itu lemas
“Ma...” belum selesai bicara, Marc langsung di usir Scott.
“Aahh.. sudah, lo sekarang keluar!!” seru Scott
Dengan menundukan kepala sekaligus dengan pikiran kosong,
Marc keluar dari ruangan UKS
***
Marc terduduk di kursi kelas, sebenarnya dia masih jengkel
dengan kelakuan Scott tadi. “Hei bro,, kenapa kau, Ha?” tanya Dani yang entah
darimana muncul
“Ellah, ngagetin saja kau” jawab Marc dan sukses menjitak
pelan kepala Dani
“Adaaww... sakit bodoh! BTW, tadi kenapa kau bengong? Galau
di tinggal aku pacaran? Makanya punya pacar dong!” PLAAKK, lagi-lagi Marc
menjitak kepala Dani. Bahkan, kali ini pukulannya lebih keras
“Apa kau bilang? Tenang sajaa,, masa cowo seganteng aku
jomblo terus, liat saja nanti” Marc menjulurkan lidahnya ke arah Dani yang
masih memegang kepalanya
***
Keesokan
harinya
Brruukk... “Aduhh.. maaf, aku tidak sengaja” Kata Marc sambil
membereskan buku-buku yang berserakan. “Ini bukumu, sekali lagi maaf ya” Kata
Marc dan berdiri
“Iya, ga apa apa kok. Emm. Hei, bukannya kau itu yang
membawaku ke UKS kemarin?” tanya perempuan itu
“oh iya benar. kemarin kita belum sempat berkenalan. Kenalin,
namaku Marc Marquez. Panggil saja Marc” Marc memperkenalkan dirinya sambil
senyum-senyum. Yaa seperti biasa, Marc kalau ketemu perempuan cantik langsung
senyum-senyum ga jelas.
“Namaku Luna Kimberly. Panggil saja Luna” perempuan yang
ternyata bernama Luna itu membalas senyuman Marc yang membuat Marc melting
“Oh, oke Luna. Aku sedang buru-buru mau ke kelas. Bye” Marc
tersenyum lagi ke Luna
“Marc tunggu! Aku ingin terima kasih, karena kemarin kau sudah
membawaku ke UKS. Dan masalah Scott kemarin, aku minta maaf yah” kata Luna
“Oh, iya ga apa apa kok” Kata Marc
“Oke Marc, Bye. See you” Luna tersenyum
“See you too” Marc melanjutkan jalannya menuju kelas sambil
loncat-loncat kegirangan dan berteriak WOOOHHOOO
***
Di kelas
“Eh bro, kau
kenapa senyum-senyum sendiri? Awas nanti dibilang ga waras lhoo” Ledek Dani.
Plaakk.. ah sial! Marc menjitak kepalaku
lagi batin Dani
Namun Marc
mengabaikan perkataan temannya itu. Dan melanjutkan senyum-senyumnya lagi.
Dasar!!. Kali ini Marc sadar kalau temannya, Dani sudah tersungkur di lantai “Eh
bro, kau ngapain di situ ha? Kursi banyak juga, malah duduk di lantai” Tanya
Marc santai dan memasang muka tak berdosa
“Hah? Ini gara-gara
kau menjitak kepalaku tau!” kata Dani sambil mengelus-elus kepalanya
“Hah?
Memangnya tadi aku menjitakmu? Aku tidak menjitakmu keleeuuss” Jawab Marc tak
berdosa (lagi)
“Lah?! Ah
sudah lah, kalau ngomong sama kau gak selesai-selesai nanti” kata Dani kesal
“Eh bro,
tadi aku ketemu cewek cantik, Namanya Luna. Cantik deh dia, tapi sayang.. dia
sudah punya pacar” Marc memulai curcolnya, namun mendengar perkataan terakhir
Marc tadi, Dani malah terbahak-bahak
“Bahahahhahah...
kasian sekali kau Marc.. Marc. Memang nasibmu itu jomblo terus” Dani
menggeleng-geleng kan kepalanya, dan sesekali dia tertawa. PLAAKK, Marc
menjitak (lagi) kepala Dani itu
“Ah, capek
aku sama kau bro. Dari tadi dijitak terus, mending aku pacaran aja ah sama
Ines. Dadaaa Jomblooooo” ledek Dani dan buru-buru dia kabur. Takut kena jurus
mautnya Marc lagi mungkin. Marc mendengus kesal. Dan memulai imajinasinya lagi.
–ga usah diceritain ya-
***
Luna’s House
Luna muak
dengan Scott, ya memang, karena ini kan malam minggu, kenapa Scott tidak ngapelin
Luna? Ada apa ya? Sesekali Luna menelpon Scott. Namun tidak di angkat. SMS, gak
di bales. Akhirnya, malah Luna yang menghampiri kerumah Scott.
Scott’s
House
Lho kok Scott punya mobil 3? Setahuku
dia Cuma punya mobil 2 deh batin Luna. Luna pun masuk ke rumah Scott. Dan ternyata pintunya tidak
di tutup. Luna berjalan pelan ke dalam rumah Scott, sambil sesekali melihat
mobil yang baru ia lihat. Ternyata... “Scott! Apa yang kau lakukan?” Luna kaget
melihat Scott bermesraan bersama perempuan lain, dan sedang berpegangan tangan
“L..Luna”
kata Scott terbata-bata “I..Ini tidak seperti yang kau bayangkan Lun” kata
Scott agar Luna tidak marah. Namun, Luna sudah terlanjur kecewa terhadap Scott
“Jadi,
selama ini kau tidak menghampiriku karena perempuan ini? Tega sekali kau Scott.
Aku tidak percaya. Mulai sekarang kita putus!!!” air mata Luna mulai tidak terbendung
“Apa?!
Putus? Kau gila ya?” tanya Scott tidak percaya
“Apa? Aku
gila? Kau yang gila Scott! pantas saja waktu aku pingsan kau tidak membawaku ke UKS. malah Marc yang membawaku" bentak Luna yang masih menangis
"Jangan sebut nama lelaki itu lagi!" balik Scott yang membentak Luna dengan tangan yang hampir menampar Luna
"Tampar aku kalau kau berani. tampar Scott tampar!" seru Luna
Namun, PLAKK, Scott benar menampar Luna. Luna pun pergi
meninggalkan rumah Scott dengan air mata yang mengalir deras. Hati Luna sakit.
Sangat sakit. Ia tidak percaya Scott melakukannya.
To Be Continued...
Jelek ya ceritanya? maaf ya soalnya ini FF pertamaku. aku tunggu komennya ya :D thanks for reading :)
