Udah lama aku ga ngelanjutin FF
gara-gara sibuk ngurusin sekolah, akhirnya bisa ngelanjutin juga haha. Happy
Reading guys ^^
Semua mata kuliah sudah selesai.
Waktunya mahasiswa dan mahasiswi berhamburan pulang kerumahnya. Kebetulan hari
ini Luna tidak dijemput oleh supirnya, karena ada sesuatu hal. Luna berjalan
menuju gerbang kampus. Tiba-tiba dari kejauhan ada yang memanggil namanya
“Lunaaaa” panggil seseorang
Luna menengok kebelakang. Terlihat
Marc yang sedang berlari mengejarnya. Marc mendekat dengan napas yang masih
tersengal-sengal.
“Ada apa Marc?” Tanya Luna. Marc
masih mengatur napasnya
“Kamu pulang dengan siapa? Di
jemput supir?” Tanya Marc
“Hmm.. tidak. Sepertinya aku
harus naik taksi. Soalnya supirku ada urusan” Jawab Luna
“Mau pulang denganku?” Tanya Marc
“Boleh” Jawab Luna lalu tersenyum
Lalu mereka berjalan menuju
tempat parkir. Namun, belum sampai tempat parkir, mereka berdua melihat Scott
mendekat ke arah mereka
“Lun, boleh kita bicara berdua
sebentar?” Tanya Scott sambil memegang tangan Luna. Tapi Luna menepisnya dengan
kasar
“Mau bicara apa?” Tanya Luna yang
mendongak ke atas. Ya, karena Luna kalah tinggi dengan Scott. Bahkan tinggi
Scott melebihi tinggi Marc
Scott melihat ke arah Marc
sekilas. Lalu berbicara, “Boleh kamu meninggalkan kita berdua sebentar Marc”
Pinta Scott ke Marc
“Baiklah. Aku tunggu di tempat
parkir Lun” Jawab Marc sambil tersenyum ke Luna lalu pergi meninggalkan mereka
berdua
“Mau bicara apa?” Tanya Luna
sekali lagi
“Masalah tadi malam, aku minta
maaf ya,” Scott mengatur napasnya “Aku menyesal telah melakukannya. Semenjak
kita putus tadi malam, wanita itu pergi begitu saja dari hadapanku” Ungkapnya
“Lalu?” Tanya Luna cuek
“A..Aku minta maaf” Kata Scott
terbata bata
Luna melirik sekilas wajah Scott
yang tampak menyesal
“Permintaan maaf mu tidak bisa
mengobati rasa sakitku melihatmu berduaan dengan wanita lain Scott” Ucap Luna
sambil menahan air matanya
“Aku minta maaf Lun. Aku
benar-benar menyesal” Kata Scott dengan penuh sesal
Luna diam sejenak, Scott benar-benar tulus minta maaf. Tidak
biasanya dia menyesal seperti ini batin Luna.
“Baiklah aku maafkan. Tapi kita
tidak bisa melanjutkan hubungan ini Scott” Jawab Luna
“Terima kasih Lun,” Scott
mengambil kedua tangan Luna, “Apa kita masih bisa berteman?” Tanya Scott
“Iya,” Luna melepaskan tangannya,
“Aku mau pulang dulu Scott” Lanjutnya
“Baiklah” Kata Scott sambil
tersenyum
Luna tersenyum lalu pergi
menuju tempat parkir. Marc sudah
menunggunya disana. Dia berjalan sangat terburu-buru. Terlihat dari kejauhan
Marc sedang menunggu di samping mobilnya sambil memainkan kunci mobil
“Maaf sudah membuatmu lama
menunggu Marc” Kata Luna
“Ya gapapa,” Jawab Marc lalu
membukakan pintu mobilnya, “Masuklah” Pintanya
Mereka pun meninggalkan halaman
kampus menggunakan mobil Marc. Didalam mobil, Luna hanya diam. Sesekali Marc
melirik wajah Luna. Tidak ada air mata, tidak ada raut kesedihan yang tampak di
wajah Luna. Marc pikir, jika Luna bertemu dengan Scott, Luna akan menangis.
Ternyata tidak. Prediksinya salah. Luna tampak biasa saja. Marc makin penasaran
dengan pembicaraan Luna dan Scott tadi. Diberanikannya ia membuka mulut
“Lun, tadi Scott bilang apa aja?”
Tanya Marc memecah keheningan di dalam mobil
“Dia cuma minta maaf” Jawab Luna
“Lalu, kamu memaafkannya?” Tanya
Marc sekali lagi
“Iya, tampaknya dia tulus minta
maaf padaku. Lagian kita ga melanjutkan hubungan lagi kok. Kita hanya berteman
sekarang” Jawab Luna lalu tersenyum
“Benarkah?” Tanya Marc yang
tampak senang
“Iyaa” Jawab Luna. Marc hanya
tersenyum
Mobil Marc berhenti di depan
rumah Luna. Luna melepaskan sabuk pengaman yang ada ditubuhnya, bersiap-siap
untuk keluar mobil.
“Terima kasih Marc sudah mau
nganterin aku pulang” Ucap Luna
“Sama-sama” Jawab Marc
Luna membuka pintu mobil. Bersiap
untuk keluar. Namun tangannya di tahan oleh Marc. Luna menoleh kearah Marc.
“Ada apa Marc?” Tanya Luna
bingung
“Hmm Lun, nanti malam kamu ada
acara ga?” Tanya Marc. Ia melepaskan tangannya dari tangan Luna
Luna berpikir sejenak, “Ga ada,
Kenapa?” Luna menunjukkan senyum manisnya
“Nanti malam kita makan bareng
yuk” Ajak Marc
“Hmmm... Boleh” Jawab Luna
“Nanti malam jam 7 aku jemput ya.
Kamu dandan yang cantik, oke?” Pinta Marc
“Siap boss” Jawab Luna sambil
hormat ke Marc. Mereka pun tertawa
***
Marc memarkirkan mobilnya di
garasi rumahnya. Ia keluar dari dalam mobil dengan langkah yang sangat cepat
lalu masuk kerumah. Tumben rumah sepi
batin Marc. Ia pun menaiki tangga untuk ke kamarnya. Ia buka pintu kamarnya,
tanpa ditutup kembali. Direbahkan tubuhnya di atas kasur, dan tasnya di lempar
juga di atas kasur. Alex yang kebetulan melintas di depan kamar Marc, melihat
dengan jelas kakaknya ngomong-ngomong sendiri. Aneh. Ya, kata itu lah yang ada
di benaknya sekarang. Alex pun masuk ke kamar Marc lalu mengagetkannya
“Duuuuuaaarrrr...” teriak Alex
mengejutkan Marc. Marc pun kaget dan langsung toyor kepala Alex
“Ngagetin aja kamu Lex. Jantung
mau copot nih mau copot” Protes Marc sambil megang-megang dadanya
“Halah lebay, kenapa
ngomong-ngomong sendiri Marc?,” Alex duduk di samping Marc, “kaya orang gila
aja, emm aku tau..” Katanya
“Apaaa??” tanya Marc
“Pasti ketularan kulit manggis
ada ekstraknya ya? Makanya ngomong-ngomong sendiri hahaha” jawab Alex lalu
tertawa terbahak-bahak
“SHUUUTT UPPPP!!,” Marc
menutup-nutupi mulut adiknya sampai terjungkang ke kasur, “Bukaan. Sok tau
kamu”
“Hhmm, pasti masalah cewek.
Yakan, yakaaaaaaaannn??” ledek Alex sambil coel-coel pipinya Marc
“Kamu ga perlu tau,” mukanya
memerah. Marc langsung menggiring Alex keluar dari kamarnya, “Udah sana-sana
keluar Lex!” serunya
“Cieee pipinya merah meronaaa
cihuyy. Cieee cieee yang udah deket sama cewek” ledek Alex lagi yang badannya
masih di dorong-dorong Marc
Marc langsung mengunci pintu
kamarnya lalu mendengus kesal
***
Malamnya, Luna bersiap untuk
pergi makan dengan Marc. Dia memakai dress berwarna merah. Rambutnya dibiarkan
tergerai begitu saja. Sebenarnya Luna sudah cantik natural, makanya dia tidak
usah repot-repot berdandan. Tak lupa dia membawa tas tangan kecil, dan HP
pastinya. Dia berjalan menuruni tangga rumahnya. Diruang tamu dia melihat mommy
nya yang sedang duduk di sofa sambil membaca majalah. Mommy nya tampak bingung
dengan Luna, tidak biasanya dia keluar rumah malam-malam dengan paras cantik
seperti ini
“Lho Lun,” Mommy nya bangkit dan
menaruh majalahnya di sofa, “Kamu mau kemana malam-malam gini? Pakai dress
segala?” Tanya mommy nya
Luna menepuk keningnya, “Oh iya
aku lupa memberi tahu mommy hehe,” Dirapikannya poni yang menutupi matanya, “Aku
mau makan sama Marc mom” Jelas Luna yang semakin membuat mommy nya bingung
“Marc? Siapa dia? Ga sama Scott?”
Tanyanya berkali kali
“Marc itu teman kampusku mom. Dan
Scott, hmmm,” Luna menarik napas, “Aku sudah putus sama dia. Dan sudah tidak
menjalin hubungan apa-apa lagi” Jelasnya
“Oooh begitu,” Mom nya merapikan
sedikit baju Luna yang terlipat, “Kamu mengingatkan masa muda mommy dengan
daddy mu” Ucap mom nya.
Daddy nya Luna memang sudah
meninggal sejak Luna kelas 2 SMA akibat kecelakaan. Mommy nya sangat terpukul.
Luna dan mom nya mencoba melupakan kejadian itu
Luna meraih tubuh mom nya dan
memeluknya, “Maaf mom, aku sudah membuatmu sedih” Perlahan air mata Luna turun
Mom nya melepaskan pelukannya.
Menghapus air mata anaknya dengan kedua ibu jarinya
“Kok jadi kamu yang nangis sih?
Hey, kamu kan mau pergi sama Marc, hm?” Tanya mommy nya
Tinn..Tinn..
Terdengar suara klakson mobil
dari arah luar
“Tuh kan Marc sudah datang” kata
mom nya
“Oh iya, aku berangkat dulu ya
mom”
“Hati-hati sayang” Kata mommy nya
“Iya mom” Luna lalu pergi keluar.
Mommy nya memandang punggung anaknya itu. Dan tanpa sadar, air matanya jatuh
membasahi pipi wanita paruh baya itu. Cepat-cepat ia mengusap air matanya
Luna berjalan keluar menghampiri
Marc. Lelaki itu sudah menunggunya. Ekspresinya berubah ketika melihat penampilan
Luna malam ini, ia tampak terpesona seperti sedang melihat bidadari yang turun
dari surga #Eaak. Luna berjalan pelan ke arah Marc. Marc tersenyum menunjukkan
deretan giginya. Lama kelamaan Luna semakin dekat dengan Marc. Tapi ada yang
aneh, kenapa matanya Luna merah?
“Eh, Lun. Mata kamu kenapa merah?
Abis nangis?” tanya Marc
“Ohh gapapa kok Marc”
“Seriusan gapapa?” tanya Marc
lagi
“Iyaa Marc. Emang kenapa? Jelek
ya aku?”
“Eh.. bu..bukan gituu,” Jawab
Marc gugup, “Kadar kecantikan kamu ga berkurang kok walaupun lagi nangis”
gombal Marc
“Ihh gomball” ucap Luna sambil
memukul pelan dada Marc
“Hahaha,” Marc membukakan pintu
mobilnya, “Masuk lah”
Luna pun masuk kedalam mobil,
disusul dengan Marc yang duduk disampingnya untuk menyetir. Marc langsung
tancap gas menuju restaurant
Mobil Marc berhenti di halaman
restaurant. Marc buru-buru keluar mobil, lalu membukakan pintu untuk Luna
keluar. Luna hanya tersenyum sambil menunduk tersipu malu. Mereka berjalan
kedalam restaurant, lalu duduk berhadapan. Dilanjutkan dengan memesan makanan
dan minuman. Sambil menunggu pesanan mereka datang, mereka pun mengobrol
“Hmm Marc, kamu ngapain ya ngajak
aku kesini? Tumben” tanya Luna
“Sebenarnyaa,” belum selesai
bicara, pesanan mereka datang, “Nanti saja, makan dulu ya” pinta Marc
“Yasudah”
Ya tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku gugup melakukannya batin
Marc sambil mengaduk-aduk pasta yang di pesannya.
“Marc, kenapa pastanya hanya di
aduk-aduk? Dimakan dong” kata Luna sambil memotong steak nya
“Oh iya,” Marc nyengir lalu
memakan pastanya, “Hmm, Lun aku mau ngomong sesuatu sama kamu”
“Apa?” Tanya Luna
“Taruh dulu pisau sama garpu mu”
pinta Marc
Luna pun mengikuti permintaan
Marc, “Sudah. Mau ngomong apa?” tanyanya penasaran
Marc mengambil kedua tangan Luna
“Kamu tahu, sejak aku pertama
melihatmu, aku sudah suka sama kamu Lun,” Marc diam sejenak. Luna hanya
tercengang mendengar penjelasan Marc,”jadi, kamu mau ga menjadi pacar ku?”
tanya Marc
Luna masih terdiam. Bingung. Ya,
hanya kata itu lah yang ada dibenak Luna sekarang.
“Kamu serius? A..aku takut kalau
nantinya kamu seperti Scott” ucap Luna. Ia hanya menunduk
“Aku janji tidak akan seperti
Scott, Lun. Aku sayang sama kamu,” tangannya masih menggenggam tangan Luna,
“jadi?” tanya Marc sekali lagi
Luna mengangguk lalu tersenyum
“Hah terima kasih Lun” kata Marc
lalu mengecup lembut punggung tangan Luna
“Hehe,” Luna terkekeh, “Makan
dulu yuk” ajaknya. Marc mengangguk semangat
Setelah makan, Marc mengantarkan
Luna pulang. Di dalam mobil, mereka berdua terus-terusan tertawa dan sampai
akhirnya mobilnya Marc sudah berada di depan rumah Luna
***
Besoknya, Marc bersiap-siap untuk
pergi ke kampus. Dengan semangat ia menuju mobilnya. Kurang lebih 10 menit, mobilnya
sudah berada di halaman kampusnya. Ia keluar mobil, dan tak lupa membawa
tasnya. Buru-buru ia menuju kelasnya untuk bertemu Dani.
Sampai didepan pintu, Marc
melihat Dani sedang menulis sesuatu dibukunya. Ia berjalan pelan tanpa suara
agar tidak diketahui Dani. Diam-diam Marc mengintip tulisan yang ditulis Dani.
My Lovely Ines Claudya. Itulah tulisan yang ditulis Dani. Marc langsung toyor
kepala Dani dari belakang. Sontak, Dani menengok kebelakang
“Ih, situ dateng dari mana?
Dateng-dateng langsung toyor kepala orang lagi” Protes Dani
“Haha maaf maaf. Oiya Dan,” Marc
duduk disebelah Dani,” Ada kabar gembira lho” lanjutnya
Dani mengerutkan dahinya, “Kulit
manggis ada ekstraknya ya?” canda Dani
“Ih, kamu sama aja kaya Alex.
Kulit manggis apaan tau”
“Nah, itu si Alex aku yang
ngajarin tuh hahaha”
“Ajaran sesat haha” canda Marc
“Emang apa sih kabar gembiranya?”
tanya Dani penasaran
Marc hanya bisa nyengir
“Yeeee, malah nyengir lagi” cibir
Dani
“Haha, gini nih,” Marc mendekatan
mukanya ke Dani,” Aku pacaran sama Luna” bisiknya
“Waaaah akhirnyaaaa temenku yang
satu ini udah punya pacar jugaaaa,” Dani menepuk-nepuk pundak temannya,
“Congrats ya broooo” lanjutnya
“Thank you broo haha”
“Traktiran laah” kata Dani sambil
mengedip-ngedipkan matanya
Marc menatap sinis Dani, “Waktu
situ pertama jadian aja ga nraktir” protesnya
“Eh iya ya” Dani lalu nyengir
***
Jam istirahat datang, Luna sibuk
memasukan buku-bukunya kedalam tas. Sahabatnya, Ines sudah lebih dahulu keluar
kelas. Saking buru-burunya ia memasukan buku ke dalam tas, tak sengaja salah
satu bukunya ada yang jatuh. Belum sempat ia mengambil bukunya, ternyata ada seseorang
yang mengambilnya. Luna mendongak ke atas, ternyata..
“Marc?” sapa Luna kaget
Marc memberikan buku Luna yang
terjatuh. Luna mengambilnya lalu memasukan buku itu ke tasnya
“Terima kasih” kata Luna lalu
tersenyum
“Yap sama-sama,” Marc
mengacak-acak lembut rambut Luna,” ke kantin yuk” ajaknya
“Ayuuk”
Mereka pun berjalan berdua ke kantin,
sambil bercanda-canda ria. Tapi, ada yang aneh. Luna daritadi tidak melihat
Scott. Untungnya ada Jennifer -Teman sekelas Scott- yang lewat didepannya,
karena penasaran, Luna pun bertanya ke Jennifer
“Jenni, Scott kemana? Kok ga
keliatan daritadi” tanya Luna
Scott kemana? Kok ga keliatan daritadi. Entah, kata-kata itu
membuat hati Marc sakit. Apa Luna masih
mengharapkan Scott? Hmm, tapi aku ga boleh berprasangka buruk. Toh, kemarin dia
sudah berteman, dan ga ada hubungan apa-apa batin Marc
“Lho, emang kamu belum tau Lun?”
tanya Jenni
Luna mengerutkan dahinya, “Kenapa
memangnya?” tanya Luna sekali lagi
“Scott sudah pindah kampus,
katanya sih ke Perancis” jawab Jenni
Pindah? Batin Luna, “Oh ok, thanks Jenn”
“Sama-sama” Jenni langsung
meninggalkan mereka berdua yang masih tampak bingung
Marc menggandeng tangan Luna
untuk menuju ke kantin
***
“Beb, kamu tau ga?” tanya Dani
“Apa beb?”
“Marc sudah jadian sama Luna lho”
jelas Dani
“What? Serius kamu beb?” tanya
Ines yang tampak kaget
“Iyaa, tadi Marc sendiri yang
bilang ke aku”
“Tapi kok Luna sendiri ga bilang
ke aku ya” cetus Ines
“Hmm, mungkin dia malu haha” kata
Dani lalu tertawa
“Malu kenapa? Aku kan sahabatnya”
“Entah”
Sedang asyiknya mereka ngobrol,
bel masuk berbunyi. Ines buru-buru ke kelasnya untuk menemui Luna. Ternyata di
kelas, Luna belum tampak. Ines lalu duduk di kursinya. Dan tak lama, orang yang
ditunggu-tunggu akhirnya datang
“Lun, kamu udah jadian sama Marc?”
tanya Ines
“Iyaa hehe, tau darimana?” tanya
Luna balik
“Dani dong. Oiya btw congrats
yaaa” ucap Ines
“Makasih temaaan”
“Sama-sama,” Ines tersenyum, “Tapi,
kenapa kamu ga ngasih tau aku sih?”
“Ah maaf Nes” Luna terkekeh
Ines menatap sahabatnya itu
sejenak, “Oke lah”
***
“Lun, pulang bareng yuk!” ajak
Marc
“Yah, aku bawa mobil sendiri nih”
jawab Luna
“Hhmm, tapi lain kali bareng aja
ya sama aku” Marc terkekeh
“Haha oke, aku pulang dulu ya”
kata Luna lalu tersenyum
“Hati-hati ya”
“Iyaa hehe”
Luna langsung menuju mobilnya,
dan langsung tancap gas. Tampaknya, ia sangat senang hari ini. Di tengah jalan,
ia menginjak rem mobilnya. Tapi, ada yang aneh. Kenapa remnya tidak berfungsi? Berkali-kali
ia menginjak remnya, tapi masih tidak berfungsi. Remnya blong!. Di depannya
tampak orang sedang menyebrang. Refleks, Luna langsung membanting stir. Namun,
mobilnya menabrak pembatas jalan. Bagian depannya hancur, dan Luna tidak
sadarkan diri. Orang-orang yang melihat kejadian itu langsung membawanya
kerumah sakit
***
Marc merasakan handphonenya
bergetar di saku celananya. Ia ambil handphonenya lalu melihat nama yang
meneleponnya. Dani. Ia yang meneleponnya
“Halo?”
“Marc, gawat Marc”
“Kenapa sih?”
“Luna kecelakaan”
“Apa? Kok bisa? Dimana dia sekarang
Dan?” tanya Marc mulai panik
“Nanti aku SMS alamat rumah
sakitnya ya”
“Oke, makasih Dan” Marc menutup
percakapannya dengan Dani
Tak lama, handphonenya bergetar,
ada pesan masuk. Ya, itulah alamat rumah sakitnya. Marc langsung menuju rumah
sakit yang di SMS Dani tadi. Hatinya gelisah
Setelah sampai di rumah sakit, ia
bertemu dengan Dani. Mereka berjalan cepat menuju ruangan Luna. Disana sudah
ada mommy nya Luna yang sedang menangis dipelukan Ines. Marc ingin bertanya ke
mom nya Luna, tapi ia urungkan niatnya karena melihat mom nya Luna yang
terisak. Ia duduk dengan gelisah di ruang tunggu
Tak lama, dokter yang menangani
Luna keluar. Semua yang sedang menunggu lalu berdiri
“Bagaimana keadaan anak saya dok?”
tanya mom nya Luna yang masih terisak
“Anak ibu masih belum sadar,
tapi..” dokter tersebut diam sejenak
“Tapi kenapa dok? Kenapa?” tanya
mom nya Luna
Marc, Dani, maupun Ines hanya
gelisah menunggu pernyataan dokter tersebut. Air mata Ines sudah tidak
terbendung daritadi. Sementara Marc, ia mencoba tegar. Ia tidak mau menangis di
depan semua orang
“Luna kenapa dok?” kali ini Ines
yang bertanya
“Luna mengalami..”
To Be Continued....
Gaje ya? Iya emang gaje haha. Comments
below or mention on my twitter. Thanksssssssssssss :)
