Haaaii, I’m
come back ^^ Sebelumnya, aku mau ngucapin makasih banyak buat kakak2, udah
ngasih saran ke aku yang notabene nya masih pemula *malah pidato* hahaha. Maaf
yaa aku kelamaan ngelanjutinnya hehe. Oiya maaf juga kalau cerita ini gaje. Happy
Reading! :)
Luna’s POV
Aku menekan bel yang berada tepat disamping pintu rumahku
sambil sesekali mengusap air mataku agar mommy tidak curiga. Beberapa kali aku
menekan bel itu, namun tidak ada jawaban sama sekali dari dalam rumah,
“Aduhh... mom cepat buka lah, aku sudah ga kuat” gerutuku dalam hati.
Yap perlahan pintu rumah terbuka. Menampakkan wajahnya yang terlihat bingung
“Lun, kamu kenapa?” tanya mommyku dengan wajah yang
kebingungan
“ga apa-apa kok mom” jawabku dan memaksakan bibirku ini untuk
tersenyum dihadapan mommy
“beneran kamu? Kalau ada masalah, cerita saja sama mommy nak”
pinta mommyku sambil memegang kedua pundakku
“iya mom, aku ga ada masalah apa-apa” jawabku terpaksa bohong
ke mommy.
Aku pergi keatas, ke kamarku lebih tepatnya. Meninggalkan mommyku
yang masih terlihat kebingungan, aku minta maaf mom. Aku menaiki tangga dengan
perasaan sedih dan kesal. Mataku tidak bisa berhenti mengeluarkan benda cair
bening ini. Hatiku sangat sakit melihat Scott berpaling dariku.
Dengan cepat aku membuka pintu kamar dan merebahkan tubuhku
di kasur. Aku terisak pelan. Jam sudah menunjukkan pukul 10.00.
“Aish.. sudah jam 10 ternyata. Daripada aku nangis begini,
lebih baik aku tidur aja deh. Besok juga kuliah” ucapku yang kemudian tertidur
***
Author’s POV
Pagi itu, di Barcelona International University, para
mahasiswa dan mahasiswi memulai mata kuliah masing-masing di kelasnya. Marc
sekelas dengan Dani, sedangkan Luna sekelas dengan Ines.
“Lun, kamu kenapa? Ga biasanya mata kamu sembab gitu. Abis nangis
ya?” tanya Ines yg duduk bersebelahan dengan Luna
“Heh? Ini?” tanya Luna lagi sambil menunjukkan matanya
Ines mengangguk. “Ohh iya aku abis nangis tadi malam” jelas
Luna cuek sambil memainkan pulpennya
“kenapa? Ga biasanya kamu nangis sampai mata sembab gitu”
tanya Ines sambil mencari bukunya di dalam tas
Luna menghela napas sejenak lalu berkata, “Aku putus sama
Scott” cetus Luna cuek
“AAAPPPPAAAA??!!” ucap Ines dengan nada tinggi yang membuat
seisi kelasnya mengalihkan perhatian ke mereka berdua
“Sssssttt, pelan pelan dong ngomongnya Ines cantiiiikkk”
tegas Luna sambil menutup mulut temannya itu
“Ehehe iya maaf ya Lun. Aku keceplosan” terang Ines sambil senyum-senyum
malu
“Iya aku maafin” jawab Luna yang dilanjutkan mengambil
bukunya dari tas
“Kenapa bisa putus? Bukannya kalian mesra banget ya?” tanya
Ines yang ga ada habis-habisnya
“Mesra? Itu dulu Ness. Aku sama Scott putus soalnya dia
selingkuh. Dan parahnya lagi, aku melihat dia sama selingkuhannya itu sedang
bermesraan” jelas Luna sambil senyum menahan air mata
“Kurang ajar Scott. Mau cari masalah tuh orang? Ha? Berani-beraninya
nyakitin sahabatku” seru Ines sambil menggebrak mejanya. Dan lagi-lagi
mengundang perhatian teman-teman sekelasnya
“Ines!! Diem ih” ucap Luna
“Kamu yang sabar ya Nes,” pinta Luna, “Aku yakin kamu kuat
kok” Lanjutnya sambil mengelus-elus pundak Luna
“iyaa makasih ya Ness” Luna tersenyum
Tak lama, Mr. Stefan pun memasuki kelas dan memulai pelajaran
***
Marc’s POV
“Eh Dani, mau kemana?” Tanyaku
“Kan ini udah istirahat, biasa lah mau pacaran sama Ines”
balasnya dan pergi meninggalkan aku di kelas
“Dasaar!!!” gumamku
Aku pun ke kantin sendirian.Tumben, aku belum melihat Luna di kantin. Apa dia ditaman ya?
Lebih baik aku ke taman aja deh sekarang. Tidak sengaja aku melihat Ines dan
Dani yang sedang ngobrol. Tapi kali ini ga biasanya mereka ngobrol serius gitu.
Penasaran nih. Ada apa ya? Nguping dari jauh aja deh.
“Beb, aku kasian sama Luna” ucap Ines memulai pembicaraan
“kenapa Luna, beb?” Tanya Dani sambil menatap kearah Ines
yang sedang menunduk
“Dia putus sama Scott
gara-gara Scott selingkuh didepan Luna beb. Dan semenjak itu, dia jadi pendiam
gitu. aku ajak dia kekantin ga mau, kesana ga mau.” Jelas Ines
“ya ampunn, kasian banget ya Luna, beb” ungkap Dani
“iya kasian beb. Kamu jangan kaya Scott ya beb. Aku ga mau”
pinta Ines sambil memeluk pacarnya itu
“ga bakal beb. Aku kan setia sama kamu” balas Dani yang
kemudian mengelus rambut Ines
Aku kaget mendengar percakapan mereka berdua. Luna. Dimana dia
sekarang? Buru-buru aku mencari dia dikelasnya. Lalu, Pandanganku tertuju
dengan seorang perempuan yang terduduk di kursi kelasnya sambil menenggelamkan
wajahnya di kedua tangannya. Dan, tampaknya perempuan itu sedang menangis. Aku pun
menghampiri perempuan itu
“Luna” Panggilku sambil menepuk pundaknya
Perempuan itu menoleh keatas, ke arah mukaku lebih tepatnya. Tanpa
pikir panjang, perempuan itu memelukku yang otomatis membuat jantungku berdetak
cepat
“Marc...” ucap Luna yang terisak didadaku
Aku membalas pelukannya itu. Membuat dia lebih kencang
mencengkram bajuku
“Menangis lah selagi kau bisa. Keluarkan isi hatimu Lun. Ya,
aku tau perasaanmu sekarang” tuturku
Dia melepaskan pelukannya dari tubuhku. Yaah, kenapa harus
dilepas Lun? Sebal sebenarnya Luna melepaskan pelukan itu
“Da..Dari mana kamu tau perasaanku?” tanyanya yang masih
terisak
“Aku tidak sengaja mendengar percakapan Dani sama Ines. Katanya,
kamu putus dengan Scott karena Scott selingkuh, benar?” tanyaku
Luna mengangguk pelan. Lalu berkata, “Sebenarnya, aku ga mau
putus sama dia. Aku sudah sayang banget sama dia Marc” jelasnya
“Hei, kamu mau mempertahankannya? Mempertahankan lelaki yang
sudah menipumu? Yang sudah menyakiti hatimu?” tanyaku panjang lebar
Luna masih terisak. Aku mengambil tissue yang ada di saku
celanaku, lalu memberinya ke Luna
“Ini untukmu, usap air matamu itu” pintaku sambil tersenyum
Luna’s POV
Marc memberiku tissue dan berkata, Ini untukmu, usap air
matamu itu sambil tersenyum
Ya tuhan, kenapa lelaki ini baik banget? Aku mengambil tissue
itu dari tangannya dan mengusap air mataku
“Terima kasih” ucapku malu-malu
“Sama-Sama Luna. Sudah agak baikan? Makan yuk dikantin. Tuh perutmu
udah kaya pasar berisik hehe” candanya
Aku mengangguk sambil tertawa kecil. Marc pun juga ikut
tertawa
“Nah gitu dong ketawa, jangan nangis terus. Kan kalo ketawa
gini tambah cantik” ucapnya dan dilanjutkan membawaku ke kantin
***
Author’s POV
Setelah makan dikantin, Marc dan Luna bergegas ke kelasnya
masing-masing. Tapi di tengah-tengah mereka bercanda, tertawa lepas, Luna
menghentikan langkahnya.
“Lho kenapa berenti Lun?” Tanya Marc bingung, takut Luna kembali
mengingat kejadian semalam itu
Luna tersenyum, “Terima kasih ya Marc udah bikin aku ketawa
lagi, makan bareng dikantin, menghibur aku, daan masih banyak. Ga tau kenapa
kalau aku didekatmu, aku merasa nyaman. Apalagi waktu aku peluk kamu tadi”
tutur Luna dan mukanya memerah
“Ohaha, kirain ada apa. Dengan senang hati Lun” jawab Marc. Lalu,
Marc memegang tangan Luna, dan berkata, “Kalau kamu ada masalah, cerita ke aku.
Aku bersedia menjadi buku diary kamu Lun” Pinta Marc.
Luna pun memeluk Marc lagi. Dan dibalas pelukan dari Marc
yang dilanjutkan mengelus-elus rambut Luna itu dengan lembut.
“Terima kasih banyak Marc” ucap Luna
“Sama-sama Luna. Kamu senang, aku senang” balas Marc dan
melepaskan pelukan itu dengam lembut. Mereka pun ke kelas
***
Ternyata, di kelas sudah ada Dani yang menunggu Marc di
bangkunya
“Lah bro, tumben kamu udah ada dikelas?” Tanya Marc heran
“Iyaaa, Inesnya lagi BT. Katanya sih dia kepikiran sahabatnya
terus, si Luna tuh” Jawab Dani jengkel
“Hahaha” Marc tertawa
Dani mengerutkan alisnya, melihat ada yang beda dari Marc. Ya,
memang tidak biasanya Marc sebahagia gini didepan Dani
“Cieeee ada yang lagi seneng nih” canda Dani. Marc menoleh
dengan sinis ke arah Dani. Secepatnya dia menutup kepalanya dengan tangannya. You
know lah, Dani takut sama jurus mautnya Marc itu. Tapiii....
“Untung aku lagi seneng. kalau lagi engga, bisa aku jitak
lagi kepalamu itu!” Seru Marc
“Iyaa sorry deh. Btw kenapa kamu seneng gitu bro? Ga kaya
biasanya” Tanya Dani lagi
“Aku abis sama Luna lho. Dia keliatan seneng gitu waktu deket
aku” balas Marc
“Ehem,” Ledek Dani dan menggaruk-garuk lehernya yang tidak
gatal, “Semoga kalian cepet jadian deh yaa broo” ungkap Dani sambil
menepuk-nepuk punggung temannya itu
“Hahaha. Makasih broo” Balas Marc
To Be Continued...
Komentarnya ditunggu ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar